Sabtu, 07 April 2012

video trailer : SADAKO 3D


Official website film Sadako 3D baru saja merilis trailer film yang akan dirilis 12 Mei di Jepang nanti.

Di Film ini, aktris Ishihara Satomi bermain peran sebagai guru  di sebuah SMA dimana sedang santer video seseorang yang bunh diri. Dikabarkan orang yang menonton video tersebut akan melakukan bunuh diri. Kemudian terjadi kematian misterius dan ia memilih untuk menyelidiki sumber asal video tersebut bersama dengan pacarnya yang diperankan oleh Seto koji.

lagu tema yang berjudul "S" dari film ini akan dibawakan oleh SID.
Berikut trailernya!

映画『貞子3D』予告編


(TOKYOHIVE, WIKIPEDIA)

X JAPAN masuk nominasi di GOLDEN GODS AWARD

X Japan dinominasikan untuk kategori Best International Band di Golden Gods Awards. Acara penghargaan ini dibuat oleh Revolver, salah satu majalah heavy-metal nomor satu di duna dan dianggap sebagai pertunjukan penghargaan hard rock terbesar.
 
Mereka dinominasikan bersama Rammstein (Jerman), Lacuna Coil (Italy), Sepultura (Brazil), Behemoth (Poland) dab Meshuggah (Swedia). X Japan juga merupakan band pertama dari Asia yang pernah dinominasikan di Golden Gods Award. Nominasi di kategori lain di tahun ini ada Guns N' Roses, Foo Fighters, Van Halen, Slash dan Evanescence.

Pemenangnya akan diumumkan pada hari Rabu, 11 April di Club Nokia, Los Angeles.  (JEFusion|Google)


credit : japanesia.org

CROSSFAITH LIVE IN INDONESIA [22 JUNE 2012]

Band Metalcore/Hardcore asal Jepang, Crossfaith, merilis jadwal tour asia mereka. Dan salah satunya adalah di indonesia pada 22 Juni di Bali.

Berikut keterangan lebih lanjut. 

surprise for L'Arc~en~Ciel


"Cielers, melanjutkan post pertama saya tentang ide Mirai Sekai itu ini hasilnya bismillah...oke daripada malah tambah bingung, keputusan harus dibuat bagaimanapu, berdoa saja semoga rencana ini berhasil keputusannya : SESUAI RENCANA SEMULA KITA BAKAL NYANYI MIRAI SEKAI PAS TERAKHIR, TEPATNYA SETELAH LAGU TERAKHIR SELESAI... ANATA ATAU MHDAD PADA SAAT BREAK....tolong bantuannya semua, semoga semua bisa terlakasana, rencana kecil ini, kalaupun nggak berhasil setidaknya kita punya kenangan laruku sudah datang ke Indonesia..bukankah ini seperti mimpi yang jadi kenyataan ^-^ ...buat gw pribadi sih begitu...sekali lagi mohon bantuannya semua...teknis pelaksanaannya kita ikuti saran dari Kurei Al-Batawie intinya SPONTANITAS, kalau satu mulai yang tahu rencana kecil ini pasti akan mulai. Tulung yang ada di depan bisa jadi staternya nggak hehehe karena gw ndiri ada di belakang (dapet yang reguler T_T)....semua ini nggak akan berhasil tanpa bantuan dari cielers semua.... m(_ _)m *bow"


ya, inilah surprise dari kami para Cielers nasional
semoga kalian juga megikuti kami dan ini menjadi lagu perpisahan (selamat jalan) yang menarik sehingga mereka (dibaca : LarcenCiel) dengan senang hati di tahun depan balik lagi ke Tanah Air Indonesia (semoga)


ini dia lyric-nya :




MIRAI SEKAI



Osanai koro yumemite ita
Uchu ryoko seigi no hiro
Kowakatta kai butsu-tachi mo
Gingakei o nukedete andoromeda e to
Hitomi tokimeka senagara
Mitsumete ita ehon  
Osanai koro yumemite ita
Mirai sekai ukabu kuruma
Kowakatta robotto sae
Sukoshi samishi-sou 
Shinji tetara iketa no?
Mirai sekai e to
Boku wa kana wa nakattakedo
Kimi nara ikeru kitto 
Gingakei o nukedete andoromeda e to
Boku wa kana wa nakattakedo kimi ni aete jubun
Yoi yumemite good night

[translate] THE HYDE BOOK - CHILDHOOD

BIG BIG thanks for my dearest friend Mimi-chan yang udah capek2 dimintai tolong nerjemahin^^
Credit to Rima (Mimi), penerjemah Elex loh :p
Karena beliau sibuk, jadi postingnya nyicil ya..
Dilarang repost tanpa izin, okay?
Buat yg mau repost, tolong tulis Credit to  Rima & L'Arc-en-Ciel Indonesia FB Group

Chapter 3. CHILDHOOD (Masa Kecil)

Halaman 16
Kenangan masa kecil yang paling kuingat sepertinya “Mimpi Dikejar Setan”.  Mungkin seperti mimpi, tapi aku sampai berlari sampai ke sudut rumah tetanggaku yang seorang dokter anak (haha). Karena begitu takutnya, aku terus mengingatnya bahkan sampai sekarang. Kemudian selain itu, kenangan tentang Rumah Penitipan Anak. Aku adalah anak satu-satunya dari orang tua yang keduanya bekerja, karenanya dulu agak kesepian dan ibuku selalu datang paling terakhir untuk menjemputku. Ada banyak anak di Rumah Penitipan Anak, tapi ketika menjelang sore berkurang satu persatu dan aku selalu tinggal sendiri atau berdua, menunggu dijemput. Maka dari itu, aku selalu ingat saat aku bermain pesawat kertas di ruang kelas yang luas. Setelah itu, saat diantar jemput, aku ingat kenangan saat dibonceng dengan sepeda. Tapi aku juga tidak yakin apakah kenangan ini benar-benar kenanganku sendiri atau kisah yang diceritakan orang padaku.

Lalu, ada anak perempuan imut yang tinggal di samping Rumah Penitipan Anak dan aku suka padanya. Kurasa itu cinta pertamaku. Aku suka pulang bersamanya dari Rumah Penitipan Anak, tapi karena rumahnya dekat, dia langsung sampai rumahnya (haha). Apa boleh buat, di tengah jalan aku pulang jalan kaki dengan anak perempuan lain, sering main bersama, tapi warna kulitnya agak gelap, bukan tipe kesukaanku. Tapi kemudian, dia yang dulu tidak satu SD denganku karena beda wilayah, saat SMP dia pindah ke SMP yang sama denganku dan dia jadi sangat cantik. Yah, tapi tidak ada perkembangan apapun. Kisahnya hanya sampai situ saja ya (haha).

Pada waktu di Rumah Penitipan Anak, aku anak yang introvert dan cengeng. Saat ingin pergi ke toilet, aku tidak bisa bilang dan katanya saat itu aku sampai ngompol (haha). Kurasa aku anak yang pengertian. Pada awalnya aku benci Rumah Penitipan Anak, bahkan aku sengaja menyembunyikan sepatuku (haha). Aku andalkan kecerdasanku loh. Walaupun begitu Ibu selalu menyuruhku pakai sepatu dan aku selalu bilang, “tidak mau”, karena itu beliau masukkan sepatuku ke dalam keranjang sepeda dan membawaku ke Rumah Penitipan Anak.

Impian semasa di Rumah Penitipan Anak adalah jadi Kamen Rider. Namun aku dulu berharap sungguh-sungguh lho (haha). Sangat kekanak-kanakan ya. Tapi, sampai SD tingkat akhir aku percaya Santa Claus benar-benar ada. Aku merasa tidak menarik jika dia “tidak ada” dan setelah tahu pun, aku tetap bilang “dia ada”.

Jarak ke SDku cukup jauh, sekitar 30 menit jalan kaki.

Halaman 17
Karena waktu SD aku introvert, aku tidak punya banyak teman. Bukan berarti tidak ada sama sekali, aku punya beberapa teman main yang tinggal dekat rumah, tapi aku merasa sangat lemah karena sering kali diganggu oleh mereka saat pulang ke rumah. Pada waktu kecil aku suka melukis, selain hobi itu aku sama seperti anak-anak pada umumnya. Membuat camp rahasia, bermain macam-macam mainan. Ah, aku jadi ingat ada boneka Microman yang sangat aku suka.

Memori pada masa itu karena kedua orangtuaku bekerja sejak aku kecil, aku sadar bahwa aku seperti tinggal seorang diri. Masak nasi, buat ramen pun sendiri. Tentu saja berkat pengalaman masa kecil, aku banyak merasakan hal-hal seperti, “Aduduh, panas!” atau “Yahh, jatuh~” saat memasak (haha).

Selain itu, aku benci berendam di bak mandi. Saat itu aku disuruh keluar kalau tidak mau mandi, lalu aku bilang, “Baiklah, aku keluar!” dan aku pernah benar-benar keluar rumah (haha). Sebelum itu meskipun sering dibilang “Keluar kau!” aku tidak pernah keluar rumah, tapi saat itu pertama kalinya aku merasa serius ingin keluar dan aku keluar. Kemudian, aku ingat saat di luar dan menengok ke sebelah kiri ada bibi tetangga yang sedang bersih-bersih, aku berpikir “Kalau pergi ke sana, aku bisa diceramahi.” lalu aku pergi ke arah sebaliknya, berjalan menuju kegelapan malam. Aku tidak ingat lagi kejadian setelah itu, yang aku ingat langsung pada saat aku berendam di ofuro, kemudian Ibu berkata, “Hidechan ternyata benar-benar keluar rumah ya” “Ibu nggak akan bilang keluar rumah lagi deh” dan memori yang melekat saat itu aku puas sekali berkata, “Hehe. Tentu saja!” (haha).

Saat kelas 4 SD aku bercita-cita menjadi komikus. Saat itu aku yakin benar, “jalan hidupku adalah membuat gambar.” Tapi di mata pelajaran sekolah kan tidak fokus belajar menggambar? Ketika itu aku menyadari bakatku sendiri, aku tahu kalau aku bisa menggambar lebih mahir dari orang lain. Lagipula tidak ada teman sekelas yang lebih mahir daripada aku. Kemudian aku berkompetisi dengan kakaknya temanku. Tentu saja kakaknya sudah tingkat tinggi dan aku tidak bisa menggambar lebih bagus darinya, tapi aku mengingat perjuanganku saat itu. Setelah kejadian itu, karena aku merasa bakatku ada di gambar, aku dulu bercita-cita ingin bekerja di bidang gambar dan ingin jadi komikus.

Maka dari itu aku banyak menggambar komik lho. Pada masa itu, komik yang baru mulai terkenal adalah “Urusei Yatsura” (The Return of Lum), komik itu sangat lucu. Karena pengaruhnya, aku meniru itu dan mulai menggambar. Kalau menggambar untuk 1 buku memang masih belum bisa.

(bersambung)

[translate] THE HYDE BOOK - BIRTH

Terjemahan awal: Bahasa Jepang ke Inggris oleh Risa (L'Arc-en-Ciel UK Street Team)
Terjemahan dari Bahasa Inggris ke Indonesia oleh Vie
Dilarang share ke luar grup tanpa menyebutkan credit!

Bab 2. Birth (Kelahiran)

Hari lahirku jatuh pada 29 Januari, dan kurasa mereka (orangtuaku) bilang aku lahir tak lama setelah lewat tengah malam. Golongan darahku O. Mereka menginginkan anak perempuan, jadi aku sering dipakaikan baju anak perempuan. Bahkan ada fotoku memakai bikini (LOL).

Alasan mengapa aku merasa penting mengungkapkan hal-hal yang tak pernah kubicarakan sebelumnya, adalah karena masalah ulang tahun ini. Aku merasa sedih melihat fans berkata ke fans lainnya ketika mereka ingin merayakan ulang tahunku, “Kita harusnya tidak merayakan karena (tanggalnya) belum resmi”.

Tapi aku akan tetap merahasiakan umurku. Untuk beberapa alasan, media massa di Jepang selalu menampilkan umur di artikel atau acara TV. Aku benar-benar tidak menyukainya. Itulah mengapa aku senang umurku tidak ketahuan. Menurutku (menulis umur) itu sedikit vulgar dan tidak baik. Ketika membicarakan seseorang, banyak hal lain yang bisa dibicarakan selain umur, tapi untuk beberapa alasan, umur selalu ditampilkan. Misalnya, aku mengerti jika mereka menulis, “Pemenang Grammy Award” saat membicarakan seorang artis. Makanya, walau banyak spekulasi dan mungkin sudah jelas, aku tak berniat memberitahu umurku.

Aku lahir di kota Wakayama, di prefektur Wakayama. Walau aku tidak memberitahu, penduduk lokal sudah pasti tahu, kan? Terutama karena tidak banyak artis berasal dari sana. Jadi, dulu mereka bertanya seperti, “Kenapa dia tidak memberitahu kampung halamannya?” atau, “Kayaknya dia malu karena Wakayama itu desa”. Bahkan sebuah koran lokal pernah menulis secara sinis, “Mari membangun kota ini, supaya “artis yang itu” akan mengakui bahwa ia berasal dari kota ini”. Tapi itu bukan alasan mengapa aku belum memberitahu informasi ini – ada idealisme yang ingin kucapai.

Pertama kalinya aku mulai bermain di band, aku sangat suka band horror-hardcore atau slash-metal seperti  Misfits dan GASTUNK. Aku mengagumi band-band seperti mereka yang identitasnya tak diketahui dan misterius – dan aku ingin seperti mereka. Karenanya aku tak ada keinginan membuka identitas umurku, nama asliku atau kampung halamanku, bahkan sebagai anggota L’Arc~en~Ciel.

Tapi tentu saja masyarakat tidak mau tahu atau menghubung-hubungkan dengan idealismeku (LOL), yang membuatku berpikir, “Oh, jadi kalian berpikir aku begitu?” (malu pada kampung halaman). Mereka berpikir begitu, walaupun aku sendiri sadar bahwa menyembunyikan identitas untuk alasan itu tidak baik. Contohnya, aku punya teman yang benar-benar bertolak belakang denganku – ia dari Nara. Kemudian ada orang bertanya padanya tentang kota asalnya, dia menjawab Osaka. Ketika kutanya, “Kenapa?”, ia menjawab, “Aku ingin orang berpikir aku keren, jadi aku tak mau bilang kalau aku dari Nara”. Secara pribadi, aku merasa hal itu tidak keren, tapi fakta bahwa masyarakat melihatku seperti itu…membuatku frustrasi. Tapi aku tak pernah menyembunyikan hal-hal ini di kehidupan pribadiku. Idealnya, aku ingin menjadi orang yang menyembunyikan segalanya bahkan di kehidupan pribadi, tapi aku bukan orang yang bisa seperti itu.

Rasa bangga terhadap kampung halaman tidak begitu kuat di Wakayama, tapi tempat itulah yang membentukku sebagai manusia – jadi kampung halamanku sangat penting untukku. Bahkan sampai sekarang, setahun sekali aku bertemu dengan teman-teman dari sana. Aku berusaha agar kami tidak putus kontak.

Intinya, pada akhirnya L’Arc~en~Ciel tidak bisa menjadi band misterius seperti yang kuinginkan dulu. Karena L’Arc~en~Ciel telah menjadi band major, jika band major menyembunyikan identitas, wajar saja jika orang-orang ingin tahu tentang mereka. Dulu, ketika aku masih idealis, dunia belum dikendalikan oleh internet, dan aku tak pernah membayangkan akan seperti sekarang ini. Di masa ini, apapun yang kau sembunyikan akan ketahuan lewat internet. Jadi dalam hal ini, tak akan sama seperti dulu.

Dengan mengungkapkan hal-hal yang tak pernah kubuka sebelumnya, mungkin ada beberapa fans yang kecewa. Tapi akhirnya semua orang akan tahu, dan aku merasa tetap diam itu tidak menarik lagi.

Karenanya, aku berpikir untuk memberi bukti di saat yang tepat. Karena dunia ini adalah dunia tanpa mimpi. <-- sumpah, ini udah nanya 4 orang untuk nerjemahin, tetep aja aneh..Sepertinya HYDE berfilosofi di sini. Buat yg mau tau tulisan aslinya ini nih: だから、何かのタイミンッグで証そうかと思っていたんだ、夢のない世界だからね

[translate] THE HYDE BOOK - ABILITY

Terjemahan awal: Bahasa Jepang ke Inggris oleh Risa (L'Arc-en-Ciel UK Street Team)
Terjemahan dari Bahasa Inggris ke Indonesia oleh Vie
Dilarang share ke luar grup tanpa menyebutkan credit (nerjemahinnya cape tau :p)
Enjoy this fabulous essay by the amazing man, HYDE.
Silakan diresapi...

Bab 1. Ability (Kemampuan)

Aku mengagumi orang-orang jenius. Ada saat-saat dimana aku berpikir bahwa aku tak punya bakat sebagai musisi, dan aku bermain gitar dengan membabi buta sampai membuat senarnya putus, atau berteriak di tengah malam karena stres tak menemukan melodi yang kuciptakan dalam kepalaku. Kejadian-kejadian itu selalu muncul selama masa-masa mengarang lagu – aku tak tahu apakah ada saat-saat dimana aku merasa menikmati masa-masa itu. Dalam kurun waktu yang terbatas itu, aku merasa stres, bingung sendiri, mengantuk, iri terhadap bakat orang lain, dan mengulangi siklus hapus-dan-tambah detail untuk lagu-lagu yang kubuat, seperti patung tanah liat yang belum jadi. Aku butuh lebih banyak waktu dibanding pencipta lagu lainnya. Aku mengaransemen ulang, lagi dan lagi, menghabiskan berminggu-minggu untuk itu, dan akhirnya menemukan melodi yang kucari di dalam benakku. Laguku menjadi utuh. Aku menjadi pendengar pertama laguku sendiri. Dan ketika kupikir lagu itu sangat indah, aku berpikir bahwa diriku sedikit jenius.

Pada umumnya, aku merasa menciptakan sesuatu yang baru adalah menambah atau menggabungkan hal-hal yang berbeda. Misalnya, kamu tentu tidak berpikir untuk menggabungkan cumi-cumi dan TV kan? (LOL). Tapi kenyataannya, hal itu mengarahkan ke terciptanya LCD (catatan: liquid crystal dalam LCD dibuat dari kolesterol cumi-cumi). Seperti itu, aku pikir penambahan banyak hal bisa menjadikan sesuatu yang baru. Biasanya orang akan melihat banyak hal dan tidak memikirkannya. Tapi kalau aku harus menyebutkan bakatku, kurasa aku bagus dalam memperhatikan dan menggabungkan.

Misalnya, ketika aku mengarang lagu dan menginginkan unsur yang lebih berat dan kuat, lalu aku berkata, “Kayaknya cool deh kalau kita tambahkan sesuatu seperti Metallica di bagian ini?”. Aku sulit mengatakan hal itu karena biasanya sulit dimengerti, karena “Itu chord-nya major” atau “Temponya beda”. Setiap kali aku berpikir, “Ah, orang-orang tidak mengerti perasaan ini”, pada akhirnya aku harus menyampaikannya dengan praktek. Contohnya ketika aku mencoba menggabungkan R&B dan metal untuk lagu X X X.

Karena aku tidak tahu apa-apa tentang teori musik, kadang orang bilang chord progression-ku unik dan aneh (catatan: untuk definisi chord progression silakan cek wiki, soalnya susah dijelasin). Aku memodulasi chord tanpa memperhatikan. Walau begitu, sekarang aku bisa menganggap hal itu sebagai salah satu karakteristikku yang unik.

Memanfaatkan keunikan ini, aku menulis lagu seperti memoles batu menjadi permata – dengan bentuk sesuai yang kubayangkan. Dengan kata lain, aku membuat lagu dan mengaransemen ulang. Itu merupakan cara menulis lagu yang kutemukan sendiri, dan karenanya, menurutku aku kuat dalam proses mengaransemen. Memakai laguku sendiri, menggabungkan dengan hal-hal yang berbeda, mengubah, dan mengaransemen lagu yang terdengar membosankan menjadi lagu yang kusukai. Jarang sekali aku menulis lagu yang brilian dalam sekali jalan, prosesnya lebih ke “membuat lagu dan mengubahnya menjadi lebih baik”. Sebagai hasilnya, untuk satu lagu, aku bisa membuat banyak versi. Sejauh yang kutahu, cuma akulah orang yang menulis lagu dengan gaya itu. Mungkin itulah sebabnya kenapa aku berbeda dengan yang lain. Untuk X X X, aku secara terus menerus mengaransemennya selama 5 bulan (LOL). Tapi itu disengaja sih.

Proses ini sangat mencolok ketika aku mengerjakan ROENTGEN. Waktu itu, aku memutuskan untuk merilis 10 lagu, tapi akhirnya aku menghabiskan setahun hanya untuk mengaransemennya. Aku menemukan kenyataan bahwa dengan kemampuanku, aku hanya bisa membuat 1 lagu dalam 1 bulan. Itu lebih seperti proses bersabar dan berusaha, dibandingkan bakat.

Kalau aku ditanya apakah setiap kreasiku original, aku sulit mengatakannya. Sesuatu yang mirip mungkin sudah ada, dan mungkin aku meniru tanpa sadar. Menurutku, dunia ini penuh plagiarisme (LOL). Mengambil sesuatu dan menampilkan sebagai karyamu sesudah mengubah sedikit, itu bukanlah seni. Tapi aku pikir, mengambil bagian dari sesuatu sebagai acuan atau meniru adalah hal yang wajar dan tak bisa dihindari. Orang bilang, “99% kesuksesan dibangun dari kegagalan”, dan memang biasanya aku berpikir bahwa lagu yang terkenal merupakan kombinasi dari lagu-lagu yang sudah ada. Menurutku, istilah “plagiarisme” lah yang membuat hal itu terdengar buruk. Misalnya, banyak orang bilang bahwa Cina menjiplak Jepang, tapi pikir deh, Jepang pasca-perang juga saat itu menjiplak Amerika, kan? Sebuah negara yang sedang berkembang belum punya pijakan yang kuat, jadi tak ada cara selain meniru negara lain. Maka itu, menurutku meniru atau menyerap unsur-unsur dari hal lain, merupakan dasar untuk menciptakan sesuatu. Yang disebut seni dan rasa artistik adalah ketika seseorang bisa mengambil unsur-unsur tersebut dan menciptakan karya sendiri, kemudian menampilkan dengan cara mereka sendiri.

Karena aku tak punya insting teknis atau teori musik, aku merasa bahwa aku bisa menciptakan lagu yang lebih baik dengan menambahkan kemampuan seperti “telinga Ken” (kemampuan mendengar sound). Contohnya, walau aku menganalisis setiap sound secara cermat, tetap saja pada akhirnya aku merasa mendengar dengan tidak jelas dan tidak spesifik. Jadi kadang-kadang, setelah diberitahu, aku baru menyadari, “Ah iya, bagian ini memang sound-nya agak berantakan”. Menurutku orang seperti Ken akan menyadarinya secara langsung. Tapi bagiku, aku tak bisa menyadari teknis musik, misalnya sound yang tabrakan, jadi menurutku aku akan lebih baik jika memiliki telinga seperti itu…Jika aku punya, aku rasa aku bisa seperti STING. STING adalah musisi ideal yang punya kemampuan teknis dan kemampuan menulis lagu. Dalam kasusku, aku menulis hanya dengan inspirasi, jadi modulasi chord-nya tidak rapi, dan aku bahkan tidak menyadarinya. Menurutku Kurt Cobain juga seperti itu. Di sisi lain, Ken berkata ia bisa memodulasi chord hanya jika dia berniat melakukannya. Jadi jika aku mengerti teori musik, lagu yang kuciptakan mungkin akan terdengar berbeda. Tapi jika aku mencoba melakukannya, aku harus mempelajari banyak hal, dan itu mungkin akan membosankan (LOL).

Aku merasa sedikit banyak paham yang dipikirkan orang-orang yang mendengarkan laguku. Aku juga lumayan bisa memperkirakan jumlah penjualan. Tapi secara pribadi, aku suka menulis lagu yang sulit diprediksi dan memperhatikan reaksi orang-orang. Tapi itu bukan berarti selera musikku sangat berbeda dengan orang-orang. Akupun sedikit banyak merasa bahwa lagu yang menurutku bagus akan diterima oleh masyarakat. Makanya, kemungkinan untuk mengambil risiko itu ada, dengan cara merilis lagu yang tidak seperti lagu-lagu yang masuk chart. Aku percaya selera musikku dan mempertaruhkannya. Well, walaupun bertaruh, bukan berarti aku pernah menang secara telak (LOL).

Telah menciptakan musik selama 20 tahun, banyak orang yang tumbuh bersama lagu-lagu kami (catatan penerjemah: saya termasuk di antaranya XD). Kami telah mewarnai hidup orang-orang ini. Mengenai hal ini, ketika orang memuji dan berterimakasih, aku merasa menjadi musisi adalah profesi yang bermanfaat. Tapi ketika sekarang kupikir-pikir, aku merasa dulu kami belum melakukannya secara benar. Benar-benar bermain gitar, benar-benar menulis lagu dan menyanyikannya – menjadi musisi merupakan pekerjaan yang sulit pada waktu itu, jadi sekarang ketika aku mendengarkannya, aku merasa lagu-lagu kami belum matang. Itu juga karena aku belum pernah belajar bagaimana meningkatkan kualitas vokal, atau metode yang berbeda dalam menulis lagu. Jadi, karenanya, aku bahagia mendengar banyak orang mencintai lagu-lagu yang kami buat di masa itu, tapi bagian dari diriku berpikir bahwa kami harusnya membuat musik dengan lebih layak.

Menurutku, penting untuk tidak membuat prasangka buruk ketika kamu mencari bakatmu. Aku dulu masuk ke universitas seni karena awalnya ingin jadi desainer, tapi karena kekuranganku dalam hal warna (color ambylopia), aku jadi dilema. “Tak seorangpun menginginkan desainer yang tak bisa membedakan warna”. Tapi kemudian aku bertemu gitar. Ketika aku mulai menulis lagu, aku memperhatikan bahwa menulis lagu sama seperti menggambar. Fakta bahwa keduanya sama-sama merupakan “penciptaan sesuatu”. Tentu saja, metodenya benar-benar beda, tapi menurutku seni itu sama, apapun yang kau lakukan – dan dari sana aku berkembang. Jika aku saat itu berpikir, “Tak mungkin aku bisa main gitar”, aku tak akan berada di sini sekarang. Aku tetap merasa lebih berbakat dalam menggambar, tapi aku sudah bertahun-tahun tidak menggambar secara benar, jadi mungkin bakat itu sudah hilang sekarang. Dalam hal ini, selama kamu mau mencoba sesuatu yang baru tanpa berprasangka buruk, kamu bisa menemukan bakat-bakat yang berbeda dalam dirimu. (translated from English by Oktavia Ratnasari/Vie)